“Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan
kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan
(untuk mencapai) segala sesuatu” (Al-Kahfi: 84)
Sejarah dan mitos tentang kedigdayaan Imperium Alexander Agung telah
menjadi cerita yang legendaris baik melalui cerita rakyat, kepercayaan
agama tertentu bahkan tulisan-tulisan mengenai sejarah. Dalam dunia
Islam dan budaya Arab ada kepercayaan tersendiri mengenai sosok
Alexander Agung atau yang dalam bahasa Arab disebut Iskandar bin Filqus.
Kisah Alexander The Great banyak terhubung dengan tokoh yang
dibicarakan dalam Al Qur’an yang bernama Zulkarnain atau lebih populer
dengan Iskandar Zulkarnain.
Dalam literatur Islam dan Arab, kedua tokoh tersebut memiliki
kontroversi masing-masing. Ada yang berpendapat bahwa keduanya merupakan
sosok yang sama namun ada yang mengatakan keduanya berbeda. Sebagia
percaya bahwa Iskandar Zulkarnain adalah seorang Rasul, Nabi dan ada
yang sebatas menganggapnya sebagai orang sholeh. Alexander Agung pun ada
yang beranggapan bahwa ia adalah seorang musyrik tulen yang menyembah
beerhala namun sebagian menganggap bahwa ia seorang yang sholeh. Kedua
pendapat memiliki argumen masing-masing.
Iskandar Zulkarnain dalam Islam merupakan salah satu tokoh yang
fenomenal karena disebutkan dalam Al-Quran sebagai seoerang yang mampu
menguasai bumi dari timur hingga Barat. Begitu juga dengan Alexander
Agung yang sosoknya sangat masyhur diberbagai negara-negara seperti
Mesir, Irak, Iran, Makedonia, Eropa dan negara-negara Asia tengah.
Dimanakah posisi Islam dalam memandang Iskandar Zulkarnain dan
Aleksander Agung? Apakah Islam memandang kedua tokoh sejarah tersebut
sebagai orang yang sama? Ada perbedaan di kalangan ulama dan sejarawan
Muslim tentang jati diri keduanya, sebagian menyatakan bahwa keduanya
merupakan orang yang sama seperti pendapat Abu Kalam Azad dan ada yang
mengatakan bahwa keduanya merupakan orang yang berbeda. Pendapat yang
terakhir tersebut yang banyak diikuti para ulama dan ahli sejarah Islam
seperti Ibnu Qayyim, Syaikh Muhammad al-Qasimi, Ibnu Hisyam dan Wahb bin
Munabih.
Tentang nama sebenarnya dari Iskandar Zulkarnain, pendapat yang
paling kuat menyatakan bahwa namanya adalah ash-Sha’ab bin Zu Maratsid
seperti yang diungkapkan al-Allamah al-Maqrizi, al-Allamah Ibnu Qayyim,
Ibnu Hisyam dan Wahb bin Munabih. Nama lain yang dipercaya sebagai nama
asli Zulkarnain adalah Afridun bin ad-Dhahhak, Mush’ab bin Abdullah dan
Marziban bin Marziban al-Yunani.
Terlepas dari kontroversinya di kalangan ulama dan ahli sejarah
Islam, perdebatan tentang Iskandar Zulkarnain, menurut Abu Ubaidah
merupakan suatu hal yang tidak perlu diperdebatkan. Abu Ubaidah
menambahkan bahwa yang perlu menjadi perhatian kaum mukmin adalah
Zulkarnain (yang disebutkan dalam Al Qur’an) adalah hamba Allah yang
saleh dimana Allah tidak memberikan kepada Zulkarnain, sesuatu yang
tidak pernah diberikan kepada orang lain.
Wallahu’alam.




0 komentar:
Posting Komentar